Hai semua??? Thanksx yaa, dah membuka blog-nya kapasisbon
Blog ini memuat berita2 Kapasisbon, kegiatan2-nya, dan semua ttg Kapasisbon,dan disini juga dapat me-review kota bontang dan berbagai macam tentang pendidikan juga loh!! Sebagai anak-anak Bontang selain diharuskan pintar segala hal kita harus juga peka terhadap Kota Bontang yang kita cintai.

Rabu, 26 Januari 2011

Dua dari lima pilar pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dinilai gagal

Dua dari lima pilar pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dinilai gagal. Keduanya yakni pilar Bontang Lestari dan Bontang Sehat. Plt Wakil Ketua DPRD Ma’ruf Effendy menyebut pencapaian target keduanya menurun di tahun 2010. Sementara Wali Kota Andi Sofyan Hasdam menyebut hal itu tak sepenuhnya gagal.

Wakil rakyat di DPRD Bontang menilai, gagalnya 2 pilar pembangunan tersebut dilihat dari indikator penilaian yang setiap tahun tidak mengalami peningkatan.
Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna istimewa rekomendasi DPRD Kota Bontang terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Wali Kota Bontang periode 2006-2011, Selasa (25/1).
Rapat paripurna istimewa DPRD Bontang dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ akhir masa jabatan Wali Kota Bontang tersebut dihadiri seluruh anggota DPRD Bontang.
DPRD melalui Plt Wakil Ketua DPRD Ma’ruf Effendy merekomendasikan sejumlah catatan terkait LKPJ Wali Kota periode 2006-2011itu. Di antaranya terkait pencapaian 5 pilar pembangunan Pemkot.

Lima pilar pembangunan Pemkot Bontang 2006-2011 adalah Bontang Cerdas, Bontang Sehat, Bontang Bersih, Bontang Lestari, serta Bontang Bebas Kemiskinan. “Dari lima pilar tersebut, dua di antaranya dinilai tidak mencapai target pemerintahan periode 2006-2011. Keduanya yakni Bontang Sehat dan Bontang Lestari. Sementara pencapaian rata-rata dari 5 pilar tersebut pada 2010 mencapai 80,07 persen. Meningkat dibandingkan 2009 yang hanya sekitar 77 persen,” terang Ma’ruf. Sejak tahun 2007 hingga 2010 pencapaian pilar Bontang Lestari jika dilihat dari persentasi rata-rata hanya mencapai 54,01 persen dan Bontang Sehat 85,29 persen. “Meski secara rata-rata Bontang Sehat mencapai 85,29 persen, namun pencapaian tersebut mengalami penurunan setiap tahunnya. Tahun 2007 mencapai 86.97 persen, 2008 naik 2 persen menjadi 88,55 persen, namun 2009 menurun melebihi pencapaian di tahun pertama yakni 86.15 persen. Tahun 2010 terus menurun drastis menjadi 79,48 persen,” jelasnya berdasarkan hasil evaluasi badan legislatif (Baleg) DPRD terhadap LKPJ Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu.
Selain hasil pencapaian 5 pilar pembangunan tersebut, DPRD juga memberikan 12 catatan indikator pencapaian target di 2010 yang relatif rendah. Pada pilar Bontang Cerdas, pemerintah menargetkan 50 persen sertifikasi profesi guru namun realisasi hanya 24,09 persen, serta jumlah sekolah yang mendapatkan pengakuan ISO 9001-2008 yang ditargetkan 2, namun realisasi hanya 1.

Tiga indikator menurunnya pencapaian Bontang Sehat di antaranya realisasi target rasio puskesmas terhadap penduduk, pelaksanaan imunisasi serta ASI ekslusif pada bayi. Sementara Bontang Lestari indikator yang mempengaruhi realisasi pencapaian di antaranya konservasi sumber daya air, pembuatan hutan rakyat, rehabilitasi kerusakan hutan lindung, rehabilitasi kerusakan hutan mangrove serta konservasi tanah atau sumur resapan.
Dua catatan terakhir yang memengaruhi pencapaian adalah pada pilar Bontang Lestari yakni proporsi aparatur dari jenjang pendidikan tingkat Strata 2 (S2) dengan target 9 persen, hanya mampu terealisasi 4,47 persen. Serta jumlah instansi yang menerapkan ISO 9001-2000 hanya 2 yang terealisasi dari 8 yang ditargetkan.
Menanggapi rekomendasi DPRD tersebut, Wali Kota Andi Sofyan Hasdam menjawab diplomatis. Ia menilai, tidak ada pemerintahan yang bisa berjalan sukses 100 persen dengan masa jabatan 5 hingga 10 tahun.

“Tidak ada pemerintahan di negeri ini yang bisa berjalan 100 persen dengan masa jabatan yang telah ditentukan itu. Sah-sah saja kalau 5 pilar pembangunan yang pemerintah Kota Bontang jalankan, dua di antaranya dinilai tidak sukses. Tapi perlu diketahui, untuk Bontang Lestari pemerintah memang mempunyai hambatan terkait masalah lahan. Ada terdapat banyak hutan lindung yang dikuasai warga sehingga tidak bisa kita lakukan penanaman. Bisa saja kita beli lahan-lahan tersebut tapi bisa akan jadi masalah ke depannya. Sementara untuk Bontang Sehat, pemerintah tidak sepenuhnya gagal. Kita bisa meraih penghargaan Kota Sehat tingkat Wistara. Hal ini juga menjadi salah satu hasil pencapaian dari pilar Bontang Sehat. Walaupun mungkin masih ada sebagian di antaranya yang dinilai masih kurang,” terang Sofyan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar